Create your own at MyNiceSpace.com

angin duduk

Pasti udah nggak asing kan sama yang namanya masuk angin?Tapi, gimana dengan namanya angin duduk? Walaupun namanya mirip, tapi bedanya jauh. Kalo masuk angin dikerok juga sembuh.Angin duduk,bisa berbuntut kematian.Nah loh!

Tau kan gimana rasanya kalo masuk angin?Pusing,mual,kembung,badan pegal dan meriang.

Sebenernya, yang namanya masuk angin itu, nggak secara harafiah disebabin oleh angin yang bertiup. Masuk angin itu adalah istilah yang kita kenal untuk istilah medisnya gejala flu. Biasanya, disebabkan oleh daya tahan tubuh yang melemah, dan bereaksi nggak bagus terhadap perubahan cuaca dan udara sekita.

Umumnya, masuk angin emang jadi tanda-tanda kalo mau flu. Tapi, bisa juga indikator awal infeksi virus. Seperti virus demam berdarah dan hepatitis. Begitu pula dengaan angin duduk.

Angin duduk adalah istilah yang dikaitkan dengan Sidrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA). Gejala-gejalanya, emang kayak masuk angin. Jadi, cenderung banyak yang salah sangka dan menyelepekannya.

Bedanya, pada pada kasus angin duduk, gejala masuk angin disertai dengan bulir-bulir keringat besar, sesak nafas, nyeri di bagian hulu hati yang diikuti oleh mual bahkan muntah. Dan terkadang, keluhan nyeri itu juga menyerang ke bagian rahang.

Penyempitan

Tapi, masa gara-gara perubahan cuaca aja, bisa gawat akibatnya?

Well, angin duduk itu disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung (vasokonstriksi). Penyempitan itu, bisa terjadi karena adanya timbunan lemak dalam pembuluh darah. Jadi, hati-hati buat yang suka mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Selain itu, bisa juga terjadi karena sumbatan oleh sel darah beku, dan adanya infeksi pada pembuluh darah. Logisnya, kalo pembuluh darah kita menyempit, kadar oksigen yang masuk ke jantung pun berkurang. Nah, gejala nyeri di dada tadi itu disebabkan oleh nggak seimbangnya oksigen yang masuk dengan oksigen yang keluar.

Rajin check-up

Kalo udah ngerasain gejala angin duduk ini, harus buru-buru ditangani, penderita bisa meninggal antara 15-30 menit setelah rasa nyeri pertama. Penyumbatan pada pembuluh darah, bisa ditangani dengan obat anti platelet (sel pembeku darah). Sementara untuk mengantisipasi nggak seimbangnya kadar oksigen, bisa pake obat anti koagulan. Tapi, berhubung angin duduk bukan masalah sepele, jalan keluar terbaik adalah langsung cabut ke rumah sakit yang punya bagian penanganan khusus jantung. Dan kalo ngikutin pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati, mending kita : pertama, mulai perhatiin makanan yang dikonsumsi. Dan kedua, rajin-rajin medical check-up. Terutama, jantung. Inget, yang satu ini nggak bakal sembuh dengan sekadar dikerok doang!

Iklan